Jumat, 10 Februari 2012

VALENTINE KASIH SAYANG YANG MENIPU UMAT ISLAM

Valentine's Day adalah budaya jahiliah
Memasuki bulan Februari, kita banyak menyaksikan media massa, mal – mal, pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar acara – acara pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Semua itu bermuara pada suatu hal yaitu Valentine’s Day atau biasanya disebut dengan hari kasih sayang. Biasanya pada 14 Februari mereka saling mengucapkan “selamat hari Valentine”, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta BAHKAN ada yang berlanjut menjadi cinta satu malam.

Dan ini disetiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu – tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi. Sebab hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengucapkan rasa kasih sayang.

Fenomena ini sangat disayangkan, karena banyak dari ABG yang terkena penyakit ikut - ikutan dan mengekor budaya jahiliah ini atau budaya ritual agama lain.

Salah satu penyebab timbulnya penyakit ikut – ikkutan ini adalah kurangnya pendidikan agama islam sejak dini, sebagai contoh kita bisa lihat; sepinya pesantren – pesantren dari anak – anak orang islam yang lebih memilih memasukkan anak – anak mereka kesekolah umum.

Meskipun ada juga pengaruh dari luar seperti TV, internet dan media massa lainnya yang cepat atau lambat, mau tidak mau sudah menjadi budaya dan mempengaruhi generasi muda.

Pertanyaan nya adalah, bagaimana sikap kita ?

Keinginan untuk ikut – ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apabila mengikuti dalam perkataan aqidah, ibadah, syi’ah dan kebiasaan. Padahal Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam.

“ Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At – Tarmidzi)

Bila dalam merayakan bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir, adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu ke-mungkaran yanng besar.

Abu Waqiah Radhiallaahu’anhu meriwayatkan : larangan Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat agar jangan mengikuti kebiasaan oranng kafir. “Demi dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang – orang yang ada sebelum kalian.” (H.R. At – Tarmidzi, ia berkata, hasan shahih).

Maka jangan sampai kita menngotori janji tauhid kita, yaitu dua kalimat syahadat yang kita ucapkan dan jangan kita biarkan generasi muda (anak-anak remaja kita) mengekor terhadap gaya hidup kaum kafir yang dapat melahirkan penyakit hati kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Dalam Q.S. Asy-Syura ayat 88-89 dijelaskan bahwa akan datang suatu hari dimana tidak ada gunanya harta dan anak melainkan yang datanng kepada Allah dengan hati yang bersih.

Dalam Ayat lain, Allah SWT Berfirman :

“ Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang - orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Q. S. Al – Mujadillah : 22 )

Dari firman Allah diatas dapat kita pahami, kasih sayang Valentine merupakan kasih sayang semu yang menipu umat manusia, bukan hanya umat Islam, karena setelah selesai acara kasih sayang satu malam itu, dapat merusak moral umat manusia akibat zinah satu malam. Allah SWT mengingatkan dalam firmannya :

“Dan janganlah belas kasihan kepada kedua pezina tersebut mencegah kamu umtuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari Akhirat” (An – Nur : 2 )

Kasih sayang dalam Islam bukan hanya menunggu hari Valentine, tetapi dalam setiap saat dan setiap waktu. Bahkan nabi bersabda yang diriwayatkan oleh Bukhari bahwa salah satu kelompok yang mendapatkan naungan Allah di hari yang maha dahsyat adalah “Orang – orang yang berkasih sayang karena Allah, bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah swt” (HR. Bukhari), bukan menunggu satu hari setiap tahun.

Mari kita ingatkan keluarga kita, sanak saudara kita, tetangga kita dan para remaja untuk tidak mengikuti budaya jahiliah yang menyesatkan ini (Valentine’s Day).

Semoga Allah SWT, senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk kedalam surga yanag hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang – orang yang bertaqwa. Dan semoga Allah melindungi kita dan kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yanng tersembunnyi. Amiinnn. . .

Sumber : MUI Kota Singkawang (dengan sedikit perubahan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar