Selasa, 17 Agustus 2010

Marhaban Ya Ramadhan


Assalamualaikum Wr. Wb. . .
Sebelas bulan sudah kita meninggalkan bulan yang penuh kebaikan, sekarang kita dipertemukan kembali dengannya, dialah bulan ramadhan. Bulan ramadhan adalah bulan dimana kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk berpuasa dan membayar zakat. Adapaun perintah Allah tersebut dijelaskan dalam surah Al – Baqarah ayat 183.

Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Dari ayat diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa dengan berpuasa kita akan menuju suatu derajat tertinggi, yaitu taqwa. Inilah suatu derajat dalam diri seorang muslim, yang dapat menghindarkan dirinya dari perbuatan dosa. Orang yang taqwa pastinya beriman, orang yang beriman pastinya islam, akan teeapi orang islam belum tentu beriman. Jadi itulah hikmah puasa yang luarbiasa bgi kita. Selain itu puasa juga merupakan sesuatu yang menyehatkan.

Dapat kita kaji dalam hidup kita mengenai puasa, puasa itu tidak akan mungkin membuat seseorang sakit atau meninggal dunia. Kenapa ???? orang yang sudah sakit parah, kemudian dia dianjurkan untuk operasi, operasi akan dilakukan apaila orang yang bersangkutan dalam keadaan berpuasa.

Dari segi yang lain, kita ambil contoh kupu kupu. Untuk menjadi seekor kupu-kupu yanag indah, dia harus melalui sebuah proses perubahan bentuk yang disebut dengan metamorfosis. Dari telur, menetas, kemudian berubah menjadi ulat hingga menjadi kupu – kupu. Dan kita juga tahu, sebelum menjadi kupu kupu siulat tadi mengalami fase kepompong(fase istirahat) yang dapat kita katakan sebagai puasanya si calon kupu-kupu.


Dari beberaapa contoh tadi jelas sudah tujuan berpuasa untuk mencapai derajat taqwa disisi Allah, atau daapat kita katakana puasa adalah masa metamorfosis kita.

Menurut hadist hadist Rasulullah SAW, bulan puasa memiliki banyak kebaikan didalamnya. Bahkan pernah dikatakan bahwa “ seandainya umatku tahu apa yang ada di dalam bulan ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar semua tahun menjadi bulan ramahan. Sesungguhnya ada kebaikaan yang berkumpul pada bulan ramadhan, ketaatan diterima, do’a dikabulkan, dosa diampuni, dan surga rindu mereka”.

Menurut hadis diatas, sudah sepantasnya kita menyambut bulan Ramadhan ini dengan hati gembira dan penuh motivasi untuk meningkatkan amal ibadah kita. Jangan sampai pada ramadhan kali ini kadar keimanan kita malah menurun. Kita manfaatkan ramadhan dengan memoh do’a pada Allah dan berbuat amal kebaikan.

Marhaban ya ramadhan, marhaban bulan yang penuh berkah dan ampunan.
Rindu kami pada Ramadhan. . . . rindu kami pada keagungan-Mu. . .

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Jumat, 23 Juli 2010

Rahasia Bulan Sya'ban


Ehm… ada info menarik seputar bulan ni. . . bukan bulan juli, melainkan bulan Sya’ban. Udah kenalan dengan bulan itu??? Semoga saja sudah. Karena Sya’ban merupakan salah satu nama bulan dalam tahun komariah (hijriah), yang tahun ini bertepatan dengan bulan juli.

Tahukah kamu, ternyata bulan Sya’ban memiliki keistimewaan dan kemulian. Keistimewaan dan kemuliannya bulan ini terletak pada pertengahannya, sehinggga disebut nisfu Sya’ban. Nisfu artinya setengah atau seperdua, dan Sya’ban adalah bulan kedelapan dari tahun hijriah. Nisfu Sya’ban secara harfiah berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Sya’ban. Kata Sya’ban sendiri berasal dari kata sya’ib yang artinya jalan diatas gunung.

Menurut relung Ensiklopedia Panjimas, bulan kedelapan dari tahun hijriah itu disebut Sya’ban karena pada bulan itu ditemukan banyak jalan untuk mencapai kebaikan. Malam Nisfu Sya’ban dimuliakan oleh sebagian kaum muslimin karena pada malam itu diyakini dua malaikat pencatat amalan manusia (Raqib dan Atib) menyerahkan catatan amalan manusia kepada Allah SWT. Dan pada malam itu juga catatan-catatan itu diganti dengan catatan baru.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda “Bulan Sya’ban itu bulan yang biasa dilupakan orang, karena leteknya antara bulan rajab dengan bulan ramadhan. Ia adalah bulan diangkatnya amal-amal oleh tuhan. Aku menginginkan saat diangkat amalku aku dalam keadaan sedang berpuasa.” (HR. Nasa’I dari Usamah). Menurut periwayatan imam bukhari, Nabi Muhammad SAW paling banyak berpuasa pada bulan Sya’ban. Lebih dari itu, pada malam nisfu Sya’ban Allah SWT menurunkan menurunkan kebaikan kepada hambanya yang berbuat baik pada malam itu. Kebaikan – kebaikan itu berupa syafa’at (pertolongan), marfirah (ampunan), dan itqun min azab (pembebeasan dari siksa ). Oleh karena itu, nama Nisfu Sya’ban diberi nama yang berbeda sesuai dengan penekanan kebaikanya.

Ehm, sekarang udah tahukan keistimewaan dan kemuliaan bulan ini, jadi kita tak hanya sekedar thu nama, tapi juga keistimewaannya.

Sabtu, 17 Juli 2010

Hikmah isra dan Mi'raj


Sebagai seorang muslim, kita tentu mempercayai peristiwa isra dan mi’raj. Peristiwa tersebut merupakan dua buah peristiwa yang dialami oleh Rasulullah Muhammad SAW. Orang sering menggabungkan kedua peristiwa ini, sejatinya peristiwa ini ada dua, bukan isra mi’raj yang identik dengan sebuah peristiwa.
Isra adalah perjalanan nabi Muhammad SAW pada suatu malam, dari masjidil haram ( mekah ) ke masjidil aqsha (palestina). Sedangkan mi’raj perjalanan nabi Muhammad dari masjidil Aqsha ke sidratul muntaha (langit ke tujuh) menghadap Allah SWT. Adapun ayat yang menerangkan tentang peristiwa ini adalah Q.S. Al isra’ ayat pertama yaitu :

“Maha Suci Allah, yang Telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang Telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”


Maksudnya: Al Masjidil Aqsha dan daerah-daerah sekitarnya dapat berkat dari Allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya.

Dari ayat di atas kita dapat mengambil beberapa pelajaran, yaitu :

1. kata hamba-Nya (abduhu) dalam surah al isra’ tersebut ditujukan kepada nabi Muhammad SAW. Kenapa Allah menujukan peristiwa ini kepada nabi Muhammad ? ini membuktikan bahwa nabi Muhammad adalah seorang sosok panutan. Karena a. Allah memuji ahlaknya Nabi Muhammad dalam Q.S. al Qalam ayat 4, “ dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”. b rasulullah di jamin masuk surganya allah c. perbuatan rasullullah adalah terjemahan hidup dari Al-Qur’an.

2. kata lailan dalam surah al-israa’ ayat pertama membuktikan bahwa isra dan mi’raj adalah sebuah mukjizat Allah kepada Nabi Muhammad, hal ini bukanlah mustahil bagi Allah. Ada yang mengatakan bahwa rasullullah Gila pada saat itu, akan tetapi tidakkah orang tersebut berpikir, bagaimana nabi isa dapat menghidupkan orang yang mati dengan izin Allah, bagaimana Allah menumbuhkan Tanaman di tanah yang gersang setelah diguyur hujan, dan contoh lain adalah bagaimana dengan izin Allah nabi Musa As dapat membelah lautan dengan tongkatnya. Itulah kebesaran allah pada nabi Muhammad saw.


3. dalam surah al isra’ ayat pertama tersebut juga di katakan masjidl haram ke masjidil aqsha. Timbul pertanya’an, kenapa pada saat itu Allah tidak langsung memberangkatkan Nabi Muhammad langsung ke sidratul muntaha dari masjidil haram? Dari bahasa aqsha artinya jauh, jadi kalau di artikan masjidil aqsha adalah mesjid terjauh. Ini membuktikan bahwa semua mesjid yang ada di muka bumi adalah rumahnya allah tempat kita beribadah, yang wajib kita makmurkan.

Kemudian, setelah membedah surah al isra’ ayat pertama di atas, sekarnag kita akan mempelajari hikmah isra dan mi’raj untuk kita jadikan sebagai pedoman hidup kita saat ini. Adapun hikmah dari isra dan mi’raj itu sendiri dapat kita ambil dari beberapa peristiwa yang dialami rasulullah saat sebelum isra dan mi’raj maupun saat peristiwa itu berlangsung.

A. Dari segi peristiwa yang melatar belakangi peristiwa isa dan mi’raj.
Saat sebelum peristiwa ini, rasullah Muhammad SAW dilanda musibah yang luar biasa. Beliau ditinggal oleh istri dan paman tercintanya. Namun beliau tetsap sabar dan memohon pertolang kepada Allah SWT. Allah membuktikan bahwa Dia adalah walinya orang-orang beriman dengan memerintahkan kepada jibril untuk memberitahukan kepada Muhammad SAW, bahwa Allah mengundang beliau untuk menghadapnya. Ini merupakna peristiwa luar biasa, karena tidak ada satupun nabi selama hidup di dunia yang langsung berhadapan dengan Allah di sidratul muntaha. Hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa ini adalah : kita harus senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT, karena hanya dia yang berada bersama kita saat senang atau duka.

B. di bersihkannya hati nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini mengundang pertanyaan bagi kita. Kenapa hati Muhammad SAW dibersihkan, padahal dia adalah seorang yang maksum (bebas dari dosa). Ini membuktikan bahwa betapa pentingnya peristiwa ini. Karena dengan hari yang dibersihkan tadi, nabi Muhammad selalu dalam cahaya petunjuk dalam perjalanan isra dan mi’raj nya. Peristiwa ini memberikan hikmah pada kita, yaitu ; kita harus selalu membersihkan hati kita dengan zikir pada Allah, karena hati yang bersih selalu menunjukkan pada jalan yang benar. Dalam surah syam Allah menerangkan bahwa “sungguh beruntunglah orang yang mensucikannya, dan sungguh buntunglah orang yang mengotorinya”.

C. Rasullullah lebih memilih Susu ketimbang Khamar untuk di jadikannya minuman. Pada peristiwa ini, rasulullah pernah disuguhkan oleh jibril minuman. Diantara minuman tersebut ada khamar dan susu. Kemudian dengan yakin Muhammad SAW memilih susu. Kenapa rasullullah memilih susu? Karena rasulullah tau yang mana yang bai dan yang buruk peristiwa ini memberikan hikmah : Kita harus selalu memilih kepada yang benar, karena yang benar itu jelas, dan yang salah juga jelas.


D. setelah kembali dari sidratul muntaha Rasulullah membawa bekal untuk kita, yaitu perintah shalat. Ini merupakan hikmah terbesar dalam hidup kita. Boleh dikatakan shalat adalah nikmat. Kenapa ? karena shalat itu menyehatkan kita, baik rohani maupun jasmani. Dari segi rohani, shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar, sedangkan dari segi kesehatan, shalat terbukti melancarkan peredaran getah bening, hingga menambah kecerdasan otak. Karena salah satu gerakan shalat, yaitu sujud, dapat melancarkan peredaran darah ke otak

Dari urai di atas dapat kita simpulkan hikmah isra dan mi’raj bagi kita, yang dapat kita jadikan pelajaran untuk kita saat ini adalah :
1. kita harus senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT
2. kita harus selalu membersihkan hati kita
3. Kita harus selalu memilih kepada yang benar
4. menjadikan shalat sebagai kebutuhan

Wassalamualaikum Wr. Wb.